Selasa, 22 Oktober 2013

Tulisan (tak begitu) penting

Saya mau menulis. Ya menulis. Mungkin memang diary tak lagi menjadi pilihan untuk menumpahkan apa yang tidak mampu bibir katakan. Lewat tulisan. Walau mungkin MASIH tidak mampu. Tapi memberikan kesempatan otak, hati, dan tangan berkoordinasi rasanya tidak ada salahnya. :)

Saya mungkin sekarang ini sedang dalam kondisi yang tidak begitu baik benar.
YA.......
Apakah ada yang kisah cinta nya usai dia akan baik-baik saja?
Saya rasa tidak.
Apalagi jika kisah itu berjalan dan sudah menemani 4 tahun lamanya?
Jelas akan terlalu sulit untuk melupakan semuanya.
Bagaimana bisa dengan mudah melupakan? Jika dengan jelas tiap sudut kota pelajar itu ada kenangan itu. Setiap moment yang berulang selalu ada cerita di kisah itu. Ah oke. Stop


Tapi, saya gatau menyebut ini sebagai "obat" atau hanya sekedar. Tapi rasa nyaman ini mutlak memang nyata.
Rasa nyaman yang gatau gimana lagi saya mendeskripsikannya.
Rasa nyaman dengan orang baru yang datang disaat yang (mungkin) tepat.
Dengan dia, saya tidak lagi menangis.
Ya...
Dia membuat saya melupakan rasa sakit terkecewakan yang bisa membuat saya tertidur di tengah tangisan saya. Dia membuat saya tertawa oleh tingkah konyolnya. Usia dia jelas di atas saya. Tetapi dia sering melakukan hal-hal yang seringnya dilakukan oleh usia di bawah saya. Tapi, dia itu sangat dewasa. Dia mendengarkan cerita saya tentang kisah itu. Awal-awal dulu. Dia turut dalam permintaan AI untuk tidak menghubungi saya dalam beberapa hari. Padahal, jelas bukan dia penyebab kisah itu harus usai. Tapi dia mau berperan untuk menemani saya melewati masa sulit itu. Dia yang pada akhirnya berkata, " Dek, jangan nangis lagi ya... Diinget ya... Jangan nangis lagi buat kisah itu... Janji ya sama mas?" di malam yang dia (kembali) sengajakan datang menemani saya yang tetiba rapuh saat itu.
Dan sejak hari itu, saya tidak menangis lagi :')
Walau saya menulis tulisan ini.
~ketika mata mulai memanas, saya ingat janji itu dan semua tingkahnya, dan saya tersenyum~


Bagaimana saya tidak merasa begitu nyaman? Dia seperti jawaban doa saya. Bisa dibilang begitu. Ya, setidaknya sampai saya mengetik tulisan ini.


Yaa Rabb, trimakasih untuk tidak membuat saya bersedih terlampau lama. Walau entah apa maksudMU ini. Saya sangat bersyukur. Pasti dia datang atas maksudMU yang baik kan? Tolong jangan tinggalkan saya yaa Rabb....



*sekedar mempertegas. Kisah itu usai 4 Agustus, dan dia datang 14 Agustus. Orang baru, benar-benar baru. Dan masih ada 34 hari untuk tau apa arti dia datang di waktu yang (mungkin) tepat*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar